Teks klasik pesantren sering kali menggunakan bahasa yang padat dan sarat makna, terutama dalam penggunaan kata sifat yang kompleks. Untuk memahami teks-teks tersebut secara mendalam, para santri kini diajarkan analisis bahasa yang berfokus pada identifikasi dan interpretasi kata sifat yang digunakan oleh penulis kitab kuning. Pendekatan ini terinspirasi dari metode filologi pesantren yang menggabungkan studi bahasa, sastra, dan konteks historis secara terpadu. […]