Mengenang jejak perjuangan para pendiri Ponpes Nurul Yaqin Tengku menjadi agenda penting dalam menanamkan kecintaan sejarah institusi kepada para santri baru. Seminar biografi muassis ini mengupas tuntas liku-liku perjuangan dakwah di masa lampau.
Para narasumber memaparkan kisah ketulusan hati dan keteguhan iman sang pendiri dalam merintis lembaga pendidikan Islam di tengah keterbatasan fasilitas. Dokumentasi foto arsip kuno serta catatan tangan asli turut dipamerkan untuk memperkuat keaslian sejarah.
Para santri menyimak pemaparan materi dengan penuh khidmat guna memahami nilai-nilai kejuangan yang diwariskan oleh para sesepuh terdahulu. Semangat pantang menyerah dalam menuntut ilmu menjadi teladan utama yang harus diteruskan oleh generasi penerus.
Diskusi interaktif dalam seminar tersebut menggali lebih dalam strategi dakwah kultural yang efektif diterapkan di tengah dinamika masyarakat multikultural. Pengetahuan sejarah lokal ini memperkuat identitas kelembagaan di kalangan civitas akademika pondok.
Menjaga warisan moral pendiri pesantren merupakan bentuk penghormatan tertinggi sekaligus motivasi untuk terus memajukan kualitas pendidikan islam. Nilai luhur perjuangan tersebut akan terus hidup di dalam jiwa setiap santri lulusan lembaga ini.